Belajar Menghargai Waktu -2-

>>>Belajar Menghargai Waktu -2-

 

Belajar Menghargai Waktu -2-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Al-Imam Abul Faroj Ibnul Jauziy rahimahullah menerangkan dalam kitabnya, Shoidul Khotir bagaimana beliau memuliakan waktu,

“Aku berusaha sebisa mungkin mengindari banyak pertemuan. Kalaupun harus hadir, aku cukup berbicara sedikit agar dapat menyudahi dan biasanya sebelum pertemuan, aku sengaja menyiapkan berbagai pekerjaan. Misalnya, memotong-motong kertas, meraut pensil dan mengikat buku-buku. Sehingga dalam pertemuan, aku menyela-nyelainya dengan pekerjaan yg telah aku siapkan. Karena hal itu, selain keharusan bagiku, memang dapat dilakukan tanpa harus berpikir dan berkosentrasi. Akhirnya waktu ku pun tidak terbuang secara sia-sia (hanya dg banyak obrolan).”

(Qimah az Zaman ‘Inda al Ulama’ karya Abdul Fattah Abu Ghuddah, hal. 58, Cet. Ke-10)

▪Subhanallah…
Begitulah potret kesungguhan ulama dalam menjaga waktu.

Saudaraku…

📔Mungkin inilah alasannya kenapa dalam waktu yg sama, Allah ta’ala sediakan bagi kita juga bagi mereka, satu harinya 24 jam, namun mereka (para ulama) mampu berbuat dan berkarya banyak, sedangkan kita belum?

Karena👇🏻

📔 Ketika ulama berusaha menghindari banyak pertemuan, namun kita malah suka dg obrolan berlarut-larut. Bahkan tidak jarang juga kita melakukan extra time demi obrolan belaka.

📔 Ketika ulama menyela-nyelai pertemuan dg hal yg bermanfaat, namun kita malah menyela-nyelai belajar dan ngaji dg berHAPEria, sehingga tidak jarang juga, akhirnya kita memilih menutup kitab dan mushaf dibanding menutup handphone.
➖➖➖

🔸 Mari…
Sudah saatnya kita, belajar menghargai waktu… 💪🏻💪🏻

🔸 Jangan sampai kita lebih menikmati hal yang boleh sehingga melupakan hal yg utama.

Wallahu’alam.

Ya Allah hanya kepada-Mu kami memohon hidayah, taufik dan keselamatan dunia dan akhirat

📝Asrama Lipia Lantai 4
Sabtu, 25 Rajab 1438

Fachrurozi

Mahasiswa LIPIA Progam Takmili 1

By |2017-11-26T07:04:50+00:00November 26th, 2017|

Leave A Comment