Benarkah anda paham apa itu SUNNAH ??

>>>Benarkah anda paham apa itu SUNNAH ??

 

Benarkah anda paham apa itu SUNNAH ??

=======

–( Telaah ringkas dan sederhana seputar makna sunnah )–

Tidakkah kita pernah mendengar ocehan sebagian orang:

“Itu kan cuma sunnah, bukan wajib kok!”

Seolah ia ingin menyatakan bahwa sunnah itu sebatas,

“Bila dikerjakan dapat pahala dan bila ditinggalkan  tidak apa-apa”

Dan ini sepertinya anggapan yg marak tersebar dalam benak banyak orang. Kalau saja ia mengucapkan tanpa ada maksud meremehkan. maka sah-sah saja. Sebatas menjelaskan hukum, misal.

Akan tetapi, realitanya berbeda. Sebagian orang malah meninggalkan perkara sunnah yg berpahala besar. Maka merasa penting meluruskan anggapan kurang tepat diatas dan mengulas kembali apa makna sunnah seutuhnya.

Karena makna sunnah itu  sejatinya lebih luas lagi. Benar adanya, bahwa pernyataan diatas lahir dari sebagian definisi sunnah. Namun apakah dimaknai sesempit itu ??

Padahal definisi sunnah tidak hanya satu, melainkan berbilang sesuai perbedaan pandang antara para ulama.

Misal, ulama hadits menyatakan,

bahwa sunnah adalah segala hal yang disandarkan kepada Nabi, baik itu berupa perkataan, perbuatan, taqrir (ketetapan), maupun sifat perangai atau sifat fisik. Baik sebelum diutus menjadi nabi ataupun setelahnya.

Ulama aqidah menyatakan,

bahwa sunnah adalah antonim atau lawan kata dari bidah.

Ulama ushul fikih menyatakan,

bahwa sunnah merupakan sumber hukum pensyariatan Islam setelah al Quran.

Dan ulama fikih menyatakan,

bahwa sunnah adalah suatu amal yang dianjurkan oleh syariat namun tidak mencapai derajat wajib atau harus. Dan apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan maka tidak berdosa.

Makna inilah yg disebut oleh para ulama dengan mustahab  (disukai oleh syariat) atau mandzub (dianjurkan oleh syariat)

Ternyata makna sunnah menurut ahli fikih inilah yg lebih familiar di kalangan masyarakat.

Namun setelah kita tahu rupanya sunnah memiliki banyak definisi, sudah seharusnya kita lebih berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mencerna kata sunnah yang terdapat dalam sebuah pernyataan.

Karenanya, tidak selayaknya kita menggiring kata sunnah yang terdapat pada ucapan sahabat, tabiin, atau imam-imam besar lainnya dengan makna menurut ahli fikih semata secara mutlak. Karena bisa jadi wajib, sebagaimana makna sunnah menurut ulama hadits.

Misal, Memelihara Jenggot. Jenggot termasuk sunnah qouliyyah dan fi’liyyah menurut ulama hadits. Dan istilah sunnah disini  berbeda dg istilah sunnah menurut ahli fikih. Istilah sunnah disini memiliki hukum wajib,

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626, dari Abu Hurairah)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

ويُحْرَمُ حَلْقُ اللِّحْيَةِ

“Memangkas habis jenggot itu diharamkan.” (Fatawa Al Kubro, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 5/302, Darul Ma’rifah, Beirut, cetakan pertama, 1386)

Jelas, bahwa memelihara jenggot adalah sunnah yg memiliki hukum wajib.

Maka dari sini ditarik kesimpulan, bahwa sunnah itu terkadang meliputi mustahab (dikerjakan dapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa), dan terkadang meliputi wajib, bahkan meliputi hal-hal yang jika diingkari menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam kekufuran.

Maka sekali lagi jangan terburu-buru membatasi makna sunnah dalam sebuah pernyataan.

Saudaraku …

Kaum salafush shalih (suri tauladan kita yang shalih di masa silam), dahulu mereka mengerjakan perkara sunnah karena hal itu sunnah.

Sedangkan kita di zaman ini, perkara sunnah itu ditinggalkan karena menganggapnya hanya sekedar sunnah.

Ingat meninggalkan sunnah setidak-tidaknya,  membikin kita kehilangan pahala yang agung.

Bahkan kehilangan kesempatan berharga untuk menutupi celah dan kekurangan pada ibadah fardhu kita.

Semangat hidupkan sunnah !!

Wallahu a’lam

–( Semoga Allah meneguhkan kita agar dapat terus berpegang teguh dengan sunnah Nabi-Nya. Hanya Allah yang senantiasa memberi taufik )–

=========

di Wisma cinta sedekah, Ragunan.

Selasa, 25 Safar 1439.

Fachrurozi

Mahasiswa LIPIA Progam Takmili 1

By |2017-11-26T04:01:08+00:00November 23rd, 2017|

Leave A Comment