🖇 Tanya Jawab Cinta Sehat – Jadwal Tidur Yang Terbalik

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

PERTANYAAN :
Ibu saya berusia 86 tahun, sudah 4 bulan belakangan ritme tidurnya terbalik, siang untuk tidur dan malamnya terjaga.

sudah berbagai terapi dilakukan,

ke RS rutin karena ada BPJS, namun sampai sekarang belum ada perubahan signifikan. Apa solusinya dok?

Barakallahu fiikum.

JAWABAN :
Usia merupakan salah satu faktor penentu lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang. Semakin tua usia, maka semakin sedikit pula lama tidur yang dibutuhkan. Kebutuhan lama tidur pada usia lansia (di atas 60 tahun) adalah sekitar 6 jam yang merupakan akumulasi lama waktu tidur pada siang hari dan lama waktu tidur pada malam hari. Perlu dipastikan terlebih dahulu tentang lama tidur yang dialami oleh Ibu Penanya selama ini baik lama tidur pada siang hari maupun lama tidur pada malam hari.

Stadium tidur yang dialami oleh lansia dapat mengalami perubahan dimana stadium 1 dan stadium 2 yang merupakan tidur ringan menjadi meningkat sedangkan stadium 3 dan stadium 4 yang merupakan tidur dalam menurun sehingga  kualitas tidur menjadi menurun dan dapat memunculkan perubahan pola tidur sebagaimana yang dialami oleh Ibu Penanya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur pada lansia ialah :

  1. Jenis kelamin. Wanita lebih sering terjadi gangguan tidur daripada laki-laki karena wanita sering mengalami depresi dan secara psikososial wanita lebih banyak mengalami tekanan daripada laki-laki.
  2. Lingkungan. Lingkungan fisik yang tenang dan baik (tidak berisik, tempat tidur yang layak, pencahayaan yang cukup, ventilasi yang cukup, aroma ruangan yang segar dan tidak berbau yang tidak enak) akan memungkinkan seseorang yang berusia lanjut untuk tidur lebih nyenyak.
  3. Respon terhadap penyakit. Seiring berjalannya proses penuaan pada usia lanjut maka respon terhadap penyakit mengalami penurunan secara perlahan-lahan. Sesak napas pada saat tidur, pusing, ada gerakan kaki secara tidak sadar, ingin buang air kecil dan terutama respon terhadap nyeri dan ketidaknyamanan yang dapat mengakibatkan gangguan tidur pada usia lanjut. Kurangnya penanganan nyeri dapat menjadii masalah bagi usia lanjut.
  4. Stres dan pikiran. Kecemasan tentang masalah pribadi atau situasi dapat mengganggu tidur. Stres emosional membuat seseorang menjadi tegang dan seringkali mengarah frustasi apabila tidak tidur. Stres juga menyebabkan seseorang mencoba terlalu keras untuk tidur, sering terbangun selama siklus tidur, atau terlalu banyak tidur. Stres yang berlanjut dapat menyababkan kebiasaan tidur yang buruk.
  5. Pengaruh makanan. Tidur dapat dipengaruhi oleh makanan dan minuman. Minuman yang mengandung kafein (kopi dan teh ) membuat tidur lebih sulit untuk usia lanjut.

Ada 2 penanganan/terapi umum sebagai solusi dari permasalahan yang dialami oleh Ibu Penanya.

  1. Terapi nonfarmakologis yang tidak menggunakan obat-obatan. Diantaranya adalah:
    1. Kontrol stimulus tidur.
    2. pembatasan tidur.
    3. Sleep higiene.
    4. Relaksasi.
    5. Kombinasi.
  2. Terapi farmakologis yang menggunakan obat-obatan. Obat yang digunakan dapat berupa obat-obatan dari golongan psikotropika yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

    Penanganan tersebut dapat Saudara dapatkan penjelasannya lebih lanjut dengan berkonsultasi langsung secara intens dengan dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

    Setelah melakukan ikhtiar tersebut namun belum membuahkan hasil yang diinginkan,  yang bisa  dilakukan adalah:

  1. Berprasangka baik kepada Allah terhadap hasil yang diperoleh.
  2. Tidak berputus asa dalam berikhtiar.
  3. Berdoa meminta kemudahan kepada Allah untuk Ibu Penanya agar dapat tidur dengan baik pada malam hari.
  4. Menemani Ibu dalam beramal saleh seperti membaca/mendengarkan Al Quran juga terjemahannya/penjelasannya, membaca dzikir-dzikir sesuai Sunnah, bersilaturahim, dan lainnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Dijawab oleh : dr. Henri Perwira Negara.

Referensi :

  1. Penatalaksanaan insomnia pada usia lanjut. Ni Made Hindri Astuti. Bagian/SMF Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2013.
  2. Gangguan pola tidur pada kelompok usia lanjut dan penatalaksanaannya. A. Prayitno. Jurnal kedokteran Trisakti. Januari-April. 2002.

 

• Link Konsultasi Kesehatan :
https://cintasedekah.org/cinta-sehat/
_____
📲 YUK, JOIN WAG KESEHATAN CS PEDULI
• Ikhwan: https://bit.ly/WAG_Ikhwan
• Akhwat: https://bit.ly/WAG_Akhwat

📱 Official Medsos & Layanan YCS
🛋 https://lynk.id/cspeduli/

🖇 SALURKAN DONASI TERBAIK ANDA MELALUI REKENING BERIKUT.

| Bank Syariah Indonesia (BSI)
| Kode Bank: 451

1⃣ INFAQ
| No. Rekening: 7814 5000 17
| Atas Nama: Cinta Sedekah (INFAQ)

2⃣ SOSIAL
| No. Rekening: 7814 5000 41
| Atas Nama: Cinta Sedekah (SOSIAL)

3⃣ WAKAF
| No. Rekening: 7814 5000 33
| Atas Nama: Cinta Sedekah (WAKAF)

4⃣ ZAKAT MAAL
| No. Rekening: 7814 5000 25
| Atas Nama: Cinta Sedekah (ZAKAT)

5⃣ PROGRAM DA’I
| No. Rekening : 7814 5000 84
| Atas Nama: Cinta Sedekah (DA’I)

6⃣ AL-QUR’AN
| No. Rekening: 7814 5000 57
| Atas Nama: Cinta Sedekah (Al-Qur’an)

7⃣ ARMALA/JANDA
| No. Rekening: 7814 5000 76
| Atas Nama: Cinta Sedekah (ARMALA)
_
📱 Bagi para donatur, mohon konfirmasi dengan klik https://cintasedekah.org/donasi/

📱 Bisa juga melalui WhatsApp dengan klik https://wa.me/6282123458145 atau https://wa.me/628125000170

Kami ucapkan terima kasih dan Jazakumullahu khairan kepada para donatur yang telah ta’awun dalam kebaikan bersama kami. Barakallahu fiikum.