Project Description

Allah Tetap Beri Nikmat Dunia Pada Orang Jahat.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

مَا أَحَدٌ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ ، يَدَّعُونَ لَهُ الْوَلَدَ ، ثُمَّ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada siapa pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang ia dengar dibandingkan (sabarnya) Allah. Manusia mengatakan bahwa Allah memiliki anak, namun Allah memaafkan mereka dan masih memberi rezeki kepada mereka.”
(HR. Bukhari, no. 7378).

➖➖➖➖➖

 

Caption : Di antara faedah dari hadits di atas:

  1. Dengan sifat sabarnya Allah, Dia memaafkan orang yang mencela-Nya dengan mengatakan Allah memiliki anak dan Dia masih tetap memberikan rezeki pada-Nya.
  2. Allah memberi nikmat duniawi kepada orang yang baik dan orang yang jahat sekaligus. Jadi, bila seseorang diberi nikmat duniawi maka itu tidak menunjukkan bahwa dia mulia.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.