Project Description

Bagaimanakah Hukumnya Sedekah, Tanpa Ijin Suami?

Seorang istri harus meminta ijin kepada suami tatkala ia ingin melakukan satu hal apakah urusan dunia maupun urusan ibadah jika urusan tersebut berkaitan dengan hak suami. Seperti puasa sunnah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”
(HR. Bukhari : 5195, Muslim : 1026).

Demikian pula sedekah, tatkala sedekah tersebut berkaitan dengan hak suami. Imam Ibnu Utsaimin menyatakan :

من المعلوم أن مال الزوج للزوج ، ولا يجوز لأحد أن يتصدق من مال أحد إلا بإذنه ، فإذا أذن الزوج لها أن تتصدق به لنفسها ، أو لمن شاءت من أمواتها فلا حرج عليها ، فإن لم يأذن فإنه لا يحل له أن تتصدق بشيء ، لأنه ماله ، ولا يحل مال امرئ مسلم إلا عن طيب نفس منه

“Sudah diketahui bersama bahwa harta suami adalah milik suami. Seseorang tidak boleh menyedekahkan harta orang lain melainkan dengan seijinnya. Apabila suami memberi ijin kepada istri maka istri boleh menyedekahkan atas nama dirinya atau atas nama orang lain yang telah wafat, tidak mengapa yang demikian.
Jika suami tidak mengijinkan maka tidak halal bagi istri untuk menyedekahkan harta itu, karena harta itu milik suaminya. Dan tidak halal harta seorang muslim melainkan atas dasar kerelaan hatinya.”
(Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin : 18/472).

📝Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/bagaimanakah-hukumnya-sedekah-tanpa-ijin-suami/

📥For more : lynk.id/cspeduli