Project Description

Kesulitan Itu Satu, Kemudahan Itu Berbilang.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6).

➖➖➖➖➖

 

Caption : Ibnu Katsir menjelaskan perkataan di atas dengan kaedah ilmu bahasa Arab, “Kesulitan (al-‘usru) menggunakan isim ma’rifah di dua keadaan (artinya: terlihat didahului alif laam, pen.), maka kesulitan pertama dan kedua dianggap satu atau dianggap sama. Sedangkan kemudahan (yusrun) menggunakan isim nakirah (artinya: tidak terdapat alif laam, pen.), sehingga KEMUDAHAN itu berbilang, bukan hanya satu. Oleh karenanya disebut, “Satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan.” Kesulitan pertama yang disebut dalam ayat sama dengan kesulitan kedua, berarti kesulitan itu hanya satu. Sedangkan kemudahan itu berbilang.”
(Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 598).