Project Description

Pahala Sedekah VS Pahala Memberi Hadiah.

Namun di sisi lain Allah juga menjelaskan bahwa pahala suatu amalan tergantung beberapa faktor, bisa karena niat si pelaku, atau besaran amalannya atau tingkat kesulitan yang terjadi atau bisa jadi zaman dan waktu dalam menjalankannya atau bisa karena manfaat besar yang didapatkan dari penerima, dan sebagainya.

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, besarnya pahala juga tergantung dengan besar kecilnya kesulitan yang dirasakan, Sebagaimana firman Allah taala,”

“Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan ditulislah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allâh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. [at Taubah/9:120].

Begitu pula, juga tergantung dengan kebutuhan dari orang yang diberikan pemberian tersebut. Sehingga, bila seseorang memberikan sedekah yang pemberian ini biasanya diberikan kepada orang yang membutuhkan maka bisa jadi dari sisi ini bahwa sedekah lebih besar pahalanya dibandingkan hadiah. Kecuali hadiah yang diberikan kepada orang yang membutuhkan dari teman atau saudaranya, yang itu bisa diniatkan untuk bersedekah.

Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan yang artinya “Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya“.

Allah berfirman yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugerahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261).

Hadiah pun juga mempunyai faidah yang besar dan banyak. Di antaranya apa yang disebutkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. )

Ada sedikit perbedaan antara sedekah dan hadiah, Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah berikut ini, “Sedekah itu dikeluarkan dalam rangka ibadah tanpa maksud diberikan kepada orang tertentu, dikeluarkan pada orang-orang yang butuh. Sedangkan hadiah itu dikeluarkan untuk memuliakan orang tertentu, bisa jadi maksudnya karena cinta atau bentuk sedekah, atau bisa juga diserahkan pada orang yang butuh.” (Majmu’ah Al-Fatawa,31: 269)

Semua ada keutamaannya, tinggal bagaimana keikhlasan kita dalam memberi. Dengan memberikan label hadiah dengan sedekah atau sebaliknya berharap Allah melipat gandakan pahala dan memberikan keutamaan keutamaan yang telah dijanjikannya. Wallahu alam.

Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/pahala-sedekah-vs-pahala-memberi-hadiah/

📥 For more : lynk.id/cspeduli