Jangan Suka Menunda Sedekah

Para pembaca sahabat CSPeduli yang berakhlaq mulia berikut kami sajikan artikel pilihan yang bersumber dari kumuplan artikel bimbinganislam.com, “Jangan Suka Menunda Sedekah”. Selamat membaca.


عَنْ أَبِيْ مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْروٍ الأَنْصَارِيِّ الْبَدَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيْحٌ شَحِيْحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلُقُومَ قُلْتَ: لِفُلاَنٍ كَذَا وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, “Seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu bersedekah pada saat dirimu sehat, kikir, takut fakir, sedangkan kamu berangan-angan menjadi orang kaya. Oleh karena itu, janganlah kamu menunda-nunda untuk bersedekah sehingga ruh sampai di tenggorokan. Maka, kamu baru berkata, “Ini untuk si fulan dan ini untuk si fulan sekalian.” Padahal harta itu memang sudah ditetapkan menjadi milik si fulan.” (HR. Al-Bukhari, no. 1419 & Muslim, no. 1032).


Faedah Hadits

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

  1. Tatkala seorang itu sehat, maka ia cenderung untuk pelit, karena ingin mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dalam mengembangkan usaha dan mengeruk keuntungan semaksimal mungkin. Sehingga dalam keadaan sehat dan pelit tersebut, sulit sekali untuk sedekah. Padahal sedekah ketika pelit dan sehat adalah sebaik-baik keadaan untuk bersedekah dan berpahala lebih besar.
  2. Bersedekah dalam keadaan sehat dan takut kurang harta adalah di antara bukti akan kejujuran keimanan, benarnya niat si dermawan dan besarnya pahala yang diperoleh. Hal ini berbeda dengan orang yang bersedekah saat menjelang akhir hayat atau sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, maka sedekah ketika itu masih berbeda sekali halnya ketika sehat.
  3. Dorongan dan semangat motivasi agar setiap orang berjuang melawan hawa nafsunya untuk mengeluarkan harta dalam jalan-jalan kebaikan, padahal ada sifat pelit dan tamak yang menghalangi. Hal Inilah yang menunjukkan bahwa sedekahnya benar-benar jujur dan kuatnya semangat orang yang melakukannya.
  4. Jangan suka menunda-nunda amalan kebaikan, jangan hanya mau bersedekah ketika sakit saja atau bila kematian telah di depan mata, karena amalan kebaikan itu secara umum dengan berkat karunia dan pahala dari Allah Ta’ala Yang Maha Luas adalah berlaku sepanjang hayat, bukan ketika karena takut mati atau karena ajal semakin dekat saja.
  5. Semangatnya para sahabat dalam bertanya tentang amalan-amalan terbaik seorang insan.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.

 


Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ).

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

Repost From: Fawaid Hadist #69 | Jangan Suka Menunda Sedekah


Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini