Ada perjalanan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menyimpan banyak cerita di dalamnya. Bagi saya, perjalanan ke Jakarta dan Semarang beberapa waktu lalu bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti ujian sertifikasi. Ada proses belajar, tantangan, dan sebuah pengingat tentang besarnya amanah yang sedang dijalankan sebagai bagian dari tim Yayasan Cinta Sedekah.
Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi Amil Zakat di Jakarta dan sertifikasi Nazhir Wakaf di Semarang. Dua proses yang memberikan pengalaman baru sekaligus membuka kembali kesadaran saya bahwa mengelola zakat dan wakaf bukanlah pekerjaan yang bisa dijalankan hanya dengan niat baik. Dibutuhkan ilmu, kompetensi, ketelitian, profesionalitas, dan yang paling utama adalah rasa tanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan.
Perjalanan pertama dimulai di Jakarta melalui proses sertifikasi Amil Zakat. Selama mengikuti prosesnya, saya kembali belajar dan memahami lebih dalam tentang pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pengelolaan, hingga bagaimana zakat dapat disalurkan dan didayagunakan agar memberikan manfaat yang tepat bagi para penerima.
Prosesnya tentu tidak hanya tentang memahami materi. Ada asesmen dan berbagai tahapan yang membuat saya kembali mengevaluasi sejauh mana pengetahuan dan kemampuan yang selama ini dimiliki. Alhamdulillah, setelah melewati seluruh proses tersebut, saya dinyatakan lulus sebagai Amil Zakat.



Tidak berhenti sampai di sana, perjalanan kemudian berlanjut ke Semarang untuk mengikuti sertifikasi Nazhir Wakaf. Di bidang wakaf, saya kembali mendapatkan banyak perspektif baru mengenai bagaimana harta benda wakaf harus dijaga, dikelola, dan dikembangkan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat sesuai dengan peruntukannya.
Proses tersebut semakin membuat saya memahami bahwa menjadi Nazhir bukan sekadar menerima dan mengelola aset wakaf. Di dalamnya ada tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan para wakif, memastikan aset wakaf dikelola dengan baik, serta mengupayakan agar manfaatnya dapat berkembang dan dirasakan seluas-luasnya.
Alhamdulillah, setelah melalui proses asesmen, saya kembali dinyatakan lulus sebagai Nazhir Wakaf.
Bagi saya, dua kelulusan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Justru, semakin banyak ilmu dan kompetensi yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Sertifikat yang didapat bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa amanah yang dipercayakan kepada kami harus dikelola dengan semakin baik.
Sebab di balik setiap donasi yang masuk ke Cinta Sedekah, ada kepercayaan dari para donatur. Ada seseorang yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang membutuhkan. Ada keluarga yang ingin berbagi melalui sedekah. Ada pula para wakif yang menitipkan hartanya dengan harapan manfaatnya dapat terus mengalir menjadi amal jariyah.
Semua kepercayaan tersebut tentu tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang sederhana. Ada tanggung jawab yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, kesempatan untuk mengikuti sertifikasi ini menjadi bagian dari ikhtiar saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan amanah tersebut.
Saya menyadari bahwa perjalanan ini juga tidak mungkin berjalan sendirian. Ada banyak pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, saya ingin menyampaikan terima kasih dan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur dan muhsinin Cinta Sedekah yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada kami. Terima kasih karena telah menitipkan kebaikan melalui Cinta Sedekah. Kepercayaan dari para donatur menjadi salah satu alasan bagi kami untuk terus berbenah, belajar, dan berusaha memberikan pengelolaan yang semakin baik.
Pada akhirnya, saya belajar bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru setelah mendapatkan sertifikat, ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam pekerjaan sehari-hari. Semoga ilmu dan pengalaman dari proses ini dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Yayasan Cinta Sedekah dan masyarakat.
Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqamahan kepada saya dan seluruh tim Cinta Sedekah dalam menjaga setiap amanah yang dititipkan. Semoga setiap zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dipercayakan kepada kami dapat dikelola dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat yang semakin luas.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukanlah seberapa banyak sertifikat yang kita miliki, tetapi seberapa baik kita menjaga amanah yang berada di baliknya.
Semoga setiap ikhtiar kecil dalam menjaga amanah ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin.
Muhammad Ikhsan Fudillah
Tim Yayasan Cinta Sedekah