Hidup seakan tak pernah berhenti menguji Bu Ida. Seorang ibu tunggal dengan 4 anak, yang sejak kepergian suaminya pada 2021, harus berdiri sendiri menanggung beban keluarga.
Tahun 2022, ujian berat datang. Bu Ida divonis mengidap kanker ganas payudara. Demi mempertahankan hidup, ia rela menjalani operasi pengangkatan payudara, lalu berbulan-bulan menahan sakit dan lemas karena kemoterapi. Namun, ujian tak berhenti di sana. Setahun terakhir, penyakitnya kembali menyerang. Kini, kakinya lumpuh—dari paha ke bawah tak lagi bisa digerakkan. Setiap langkahnya kini hanya bisa dibayangkan, bukan dijalani.
Berjuang dalam pengobatan. Pengobatan konvensional sudah tak lagi ia jalani, bukan karena menyerah, tetapi karena biaya dan fisiknya tak lagi kuat. Ia mencoba bertahan lewat pengobatan alternatif, berharap masih ada secercah kesembuhan. Kebutuhan hidup dan biaya pengobatan kini sepenuhnya ditanggung oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh pembuat lumpia. Penghasilannya nyaris tak cukup untuk sekadar makan, apalagi menutup biaya pengobatan.
Bantuan diberikan kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji dalam hal ekonomi, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
===
✨ Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat, dan Allah balas dengan surga.
🕌 Yuk terus berbagi kebaikan!
📌 Donasi via:
🔗 BSI 7814 5000 41 | a.n. CINTA SEDEKAH SOSIAL
📞 Konfirmasi:
0812 5000 170 (Kak Firdaus Bahan)