Salah Sasaran Dalam Bersedekah?

Para pembaca sahabat CSPeduli yang berakhlaq mulia berikut kami sajikan artikel pilihan yang bersumber dari kumuplan artikel bimbinganislam.com, “Salah Sasaran Dalam Bersedekah?”. Selamat membaca.


Ada seorang yang minta bantuan, butuh uang untuk makan. Orang tersebut menceritakan keadaannya yang cukup menyedihkan. Akhirnya kita terpengaruh ingin membantunya. Seminggu setelah itu, kita baru tau ternyata orang tersebut ternyata berbohong.

Bagaimana menanggapi hal tersebut? Apakah tetap mendapat pahala sedekah dan berbuat baik?


Allah Ta’ala berfirman,

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ(٢٧٣)

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (Al-Baqarah: 273).


Alhamdulillāh, Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Ya. Tetap mendapatkan pahala sedekah sesuai dengan niatnya (jika ikhlas), walau peruntukannya tidak tepat sasaran.
Sebagaimana kisah Yazid yang bersedekah lalu diambil oleh anaknya sendiri, Ma’an rodhiallohu ‘anhuma, padahal niatnya untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ ، وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ

Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.” (HR. Bukhori 1422).

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq.

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ).

Repost From: Salah Sasaran Dalam Bersedekah?
Referensi: Selektif dalam Berinfak


Disusun oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 – 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 – 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project.

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله klik disini