Surat Cinta untuk Penggemar Film & Sinetron

>>>Surat Cinta untuk Penggemar Film & Sinetron

 

Surat Cinta untuk Penggemar Film & Sinetron

➖➖➖➖➖
Saudaraku…
Mohon Sisihkanlah waktu mu sejenak, untuk mencermati tulisan ini demi kebaikan dirimu selanjutnya.

Sejatinya apapun yang kau lihat, wahai saudaraku…
pasti memberikan pengaruh pada baik-buruknya hatimu. Jika yg kau lihat adalah tontonan yang baik maka akan membuahkan kebaikan dalam hatimu. Namun jika yang kau lihat adalah tontonan yang buruk, tentunya hal itu akan membuat hatimu rusak.

Karena hakekat hati seseorang itu seperti yang telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm sabdanya, dari sahabat nu’man bin basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Yah, tontonanmu merupakan cermin dari segumpal daging itu. Maka tontonlah yang bermanfaat untuk akhiratmu, yg menjadi sebab kedekatanmu dan menambah kecintaanmu kepada Allah ta’ala, sebagai bukti baiknya hatimu, bukan sebaliknya. Karena ketika tontonanmu mengandung unsur yang haram; musik, pamer aurat, perkataan kufur, sandiwara dusta, lagu-lagu cabul dan kemaksiatan kepada Allah ta’ala, maka kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,

“Didalamnya terdapat (macam-macam) keburukan dan kerusakan yang seorang hamba tidak mampu memperhitungkannya kecuali hanya Allah, Robbul ‘ibad.” (Majmu’ al Fatawa 10/187)

Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahulloh juga berkata, “Paling tidak, hal itu menjadikan hati, terjerumus kedalam apa yang Allah ta’ala tidak sukai dan ini disebut kekurangan dalam bertauhid, termasuk syirik khofiy.” (Jami’ al ‘Ulum wa al Hikam 1/254-255)

Kalaupun, tontonanmu tidak ada unsur yg haram namun juga bukan yg membuatmu semakin ta’at kepada Allah, setidaknya ia menjadi sebab terbuangnya waktumu tanpa nilai ibadah. Dan waktumu yang terbuang sia-sia, pasti akan kau sesali kelak di hari hisab.

Saudaraku…
Bukankah setiap kita akan berdiri dihadapan Allah? Lalu diminta pertanggungan jawab semua amalnya?

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu a’nhu dari Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam bahwasanya, beliau bersabda,

“Tidaklah bergeser kaki anak adam di hari kiamat di hadapan Rabb-nya sampai ditanya tentang lima perkara diantaranya;
umurnya bagaimana dia lalui, masa mudanya bagaimana ia habiskan….”
(Sunan Tirmidzi no. 2416, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah As-Shohihah no. 946)

Saudaraku …

Tidakkah kita, merasa bersalah, tatkala kita berkesempatan merubah diri, namun kita tenggelam dalam tontonan yang gak jelas? Bukan malah persiapan diri?

Saudaraku…
mumpung masih menggenggam sisa-sisa umur, mari kita sungguh-sungguh menyibukkan diri dengan banyak beramal sholeh dan berusaha menjauhi hal yang sia-sia.

Hanya kepada Allah kami memohon ampunan.

Wallahu a’lam

Boleh share!

✍🏻 Asrama Lipia Lantai 4
Ahad, 11 Sya’ban 1438

Fachrurozi

Mahasiswa LIPIA Progam Takmili 1

By | 2017-11-26T06:55:05+00:00 November 26th, 2017|

Leave A Comment