03 Tata Cara Wudhu

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam

Wudhu adalah syarat sahnya sholat, tanpa wudhu ibadah yg dilakukan menjadi sia-sia bahkan tidak berpahala, maka dari itulah seorang muslim harus mengetahui bagaimana wudhu yg sesuai dengan contoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, berikut ini adalah pemaparan tentang tata cara wudhu yg benar.

“Dari Himron (budak Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu) bahwasanya ‘Ustman Radhiyallahu ‘anhu hendak berwudhu maka dia mencuci kedua telapak tangannya 3 kali, lalu berkumur dan beristinsyaq dan berististmar lalu membasuh wajahnya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai siku 3 kali, lalu tangan kiri seperti itu pula, lalu mengusap kepala 1 kali lalu membasuh kaki kanan sampai mata kaki 3 kali dan kaki kiri seperti itu pula, lalu ‘Ustman Radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam berwudhu seperti wudhu yang aku lakukan ini”. Muttafaqun ‘alaih.

Dari hadist diatas kita bisa mencontoh apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ajarkan kepada ‘Ustmanz tentang cara berwudhu yg benar, maka akan diuraikan sebagai berikut :

1. Berniat dan mengucapkan Tasmiyah

Niat cukup didalam hati dan mengucapkanبسم الله ( tasimyah ) sebelum memulai wudhu.

2. Membasuh kedua tangan dan menyela-nyela diantara jari.

فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ .متفق عليه

Artinya : Membasuh kedua telapak tangannya 3 kali. Muttafaqun ‘alaih.

وَ خَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ. صَحَّحَهُ ابنُ خُزَيمَةَ ]صحيح الجامع (927 [(
Artinya : dan menyela-nyela diantara jari jemari.

3. Berkumur disertai beristinsyaq (menghirup sebagian air kehidung) dan beristintsar (mengeluarkannya).

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ زَيدِ zفِي صِفَةِ الوُضُوءِ : ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَمَضْمَضَ وَ اسْتَنْشَقَ مِنْ كَفِّ وَاحِدَةٍ,
يَفْعَلُ ذلِكَ ثَلَاثًا. متفق عليه.

Artinya: Dari ‘Abdullah bin zaid ztentang sifat wudhu, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengambil air dengan tangan kanannya lalu berkumur dan beristinsyaq dengan tangan kanan yang dipakai untuk mengambil air tadi sebanyak 3 kali. Muttafaqun ‘alaih

4. Membasuh wajah.

ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَاّتٍ.متفق عليه.

Artinya: Lalu membasuh wajah sebanyak tiga kali.

Cukup bagian permukaan wajah saja, jika pada wajah terdapat jenggot yang tebal, maka diperintahkan untuk menyela-nyelanya.

عَنْ عُثْمَانَ z: أَنَّ النَبِيَّ n كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ فِي الوُضُوءِ. أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ و صَحَّحَهُ ابنُ خُزَيمَةَ
]صحيح الترمذي[(31 )

Artinya: Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ketika berwudhu menyela-nyela jenggot beliau.
Hadist dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dan dishohihkan Imam ibnu khuzaimah.

5. Membasuh kedua tangan hingga siku-siku, dimulai dari tangan kanan sebanyak 3 kali lalu tangan kiri.

ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ اليُمْنَى إلى المِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ اليُسْرَى مِثْلَ ذلِكَ. متفق عليه.

Artinya : Lalu membasuh tangan kanan sampai kesiku sebanyak 3 kali, dan tangan kiri juga demikian. Muttafaqun ‘alaih.

6. Mengusap kepala bagian depan sampai kebelakang tengkuk, lalu usap kembali dari belakang tengkuk ke bagian depan 1 kali.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ زَيْدِ بنِ عَاصِمٍ cفِي صِفَةِ الوَضُوءِ قَالَ: وَ مَسَحَ رَسُولُ اللهِ n بِرَأْسِهِ فَأْقَبَلَ بِيَدَيْهِ وَ أَدْبَرَ.
متفق عليه.

Artinya: Dari ‘Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim tentang sifat wudhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ,bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengusap kepalanya dari depan sampai ke tengkuk belakang dan kembali dari tengkuk belakang ke bagian depan. Muttafqun ‘alaih.

7. Membasuh kedua telinga 1 kali.

Pada bagian ini dilakukan bersamaan dengan mengusap kepala, tanpa harus mengambil air kembali.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ عَمرٍو c فِي صِفَةِ الوَضُوءِ قَالَ: ثُمَّ مَسَحَ n بِرَأْسِهِ وَ أَدْخَلَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ
وَ مَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ ظَاهِرَ أُذُنَيْهِ. أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَ النَّسَائِي وَ صَحَّحَهُ ابنُ خُزَيْمَةَ. ]صحيح أبي داود(123)[

Artinya: Dari ‘Abdullah bin Amr tentang sifat wudhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bahwasannya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengusap kepalanya dan memasukan kedua jari telunjuk kedalam telinganya dan mengusap belakang telinga dengan kedua ibu jarinya. Hadist dikeluarkan oleh Imam Abu Daud dan An-Nasai dan dishohihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah.

8. Membasuh kedua telapak kaki sampai kedua mata kaki sebanyak 3 kali.

ثُمَّ غَسَلَ رِجَلَهُ اليُمْنَى إلَى الكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَاتٍ ثُمَّ اليُسْرَى مِثْلَ ذلِكَ. متفق عليه.

Artinya: Kemudian Beliau n membasuh kaki kanan sampai mata kaki sebanyak 3 kali begitu pula dengan kaki kiri. Muttafqun ‘alaih.
Dan dianjurkan pula untuk menyela-nyela jari kaki dgn jari kelingking kiri.

9. Berdoa setelah selesai wudhu.

عَنْ عُمَرَ zقَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ n: مَا مِنْكُمْ مِن أَحَدٍ يَتَوَضَّأَ فَيُسْبِغُ الوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ:(( أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ و أَشْهَدُ أنْ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ)).
أَخْرَجَهُ مُسْلِمُ وَ التِّرْمِذِيُّ وَ زَادَ:((الَلَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ, وَ اجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ)).
]صحيح الجامع(6167)[

Artinya: Dari ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata: bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya lalu mengucapkan doa
Ini.

) أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ(.

Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wahdahuu laa syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhu (Allaahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathohhiriin)

Maka akan dibukakan delapan pintu surga dan dia bisa masuk dari arah mana saja yang dia inginkan. Hadist riwayat Muslim dan Tirmidzi.
Dalam hadist yang lain At Tirmidzi menambahkan lafadz:

)الَلَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ, وَ اجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ(.

Inilah tatacara wudhu yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ajarkan kepada para sahabat dan juga ummatnya,

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.

و الله تعالى أعلم بالصواب,آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

———–

cintasedekah.org
FB | IG | YT | Telegram | Twitter @CS_Peduli
Info Donasi : cintasedekah.org/donasi