▪️ Sabtu, 27 Sya’ban 1442 H | 10 April 2021 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayaty hafizhahullah
📗 Tematik | Pembahasan Buku Fiqih Ramadhan – Meniti Hari Di Bulan Suci
🔊 Sesi Ke-20 | Bab 19 – Hal-Hal yang Dianjurkan Bagi Orang Yang Berpuasa



a). Memperbanyak sedekah

b). Memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -اجود الناس وَكَانَ اجود مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْانَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -اجود بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ‏.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” [ (HR. Bukhari : 6).]

Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hanbali menyatakan :

فدل على استحباب الإكثار من التلاوة في رمضان ليلاً فإنّ الليل تنقطع فيه الشواغل، وتجتمع فيه الهمم، ويتواطأ فيه القلب واللسان على التدبر كما قال تعالى: {إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْءاً وَأَقْوَمُ قِيلاً} وشهر رمضان له خصوصية بالقرآن كما قال تعالى:{ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَان

“Hadis ini menunjukkan akan disunahkannya memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan pada malam hari. Karena malam hari kesibukan akan berhenti dan akan berkumpul semangat. Hati dan lisan siap untuk mentadabburi Al Qur’an sebagaimana firman Allah ta’ala :

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا

“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.” (QS Al-Muzzammil : 6).

Dan bulan Ramadhan itu memiliki hubungan khsusus dengan Al-Qur’an sebagaimana firman Allah ta’ala : “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah : 185). [ (Lihat Latha’iful Ma’arif : 315).]

Akan sangat bagus jika seandainya masing-masing kita memiliki target pembacaan dan pengkhataman Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Apakah itu sekali khatam selama sebulan atau dua kali atau tiga kali atau empat kali. Dan target ini tak akan mampu kita wujudkan melainkan jika kita sudah mulai membiasakan diri membaca A-Qur’an jauh-jauh hari sebelum kedatangan bulan Ramadhan.

c). Bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Adalah nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam apabila sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan beliau mengencangkan sarungnya menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya”. [ (HR Bukhari 2014, Muslim : 1174).]

Imam Al-Khaththabi mengatakan :

يحتمل أنه يريد به الجد في العبادة

“Sabda nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ini (mengencangkan sarung) mengandung kemungkinan bahwa maksudnya ialah bersungguh-sungguh didalam beribadah”. [ (Fathul Bari : 4/269).]

d). Menjaga lisan, sedikit bicara dan menjauhi kedustaan, mencaci serta mengumpat.

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمآثم ودع أذى الخادم وليكن عليك وقار وسكينة يوم صيامك ولا تجعل يوم فطرك ويوم صيامك سواء.

“Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; ‘Apabila engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran dan penglihatanmu juga berpuasa dari kedustaan dan perbuatan dosa. Dan tinggalkanlah gangguan terhadap pembantu. Dan hendaknya engkau berwibawa di hari puasamu, jangan jadikan hari tidak puasa sama dengan hari puasa’”. [ (HR Ibnu Abi Syaibah : 2/422).]

e). Tidak membuang-buang waktu sia-sia dan percuma tanpa ada manfaat yang didapat

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -semoga Allah merahmati beliau- menjelaskan bahayanya menyia-nyiakan waktu :

إضاعة الوقت أشدُّ من الموت؛ لأنَّ إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة، والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih berbahaya dari pada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu itu memotong/menghalangi kalian dari Allah dan negri akhirat, sedangkan kematian hanya menghalangi kalian dari manusia”. [ (Al-Fawaid : 44).]

Apalah lagi jika kita menyia-nyiakan waktu di bulan suci Ramadhan, maka kerugian di atas kerugian yang akan mengantarkan kita kepada penyesalan yang tak akan ada ujung dan kesudahannya. Naudzubillah min dzalik.

Wallahu a’lam

____

Salurkan Donasi Terbaik Anda ke:

| Bank Syariah Mandiri (BSM)
| Kode Bank: 451
| No. Rekening: 7814 5000 84
| Atas Nama: Cinta Sedekah (PROGRAM DAI)

📱 Official Sosial Media Yayasan Cinta Sedekah
fb.com/CSPeduli
instagram.com/CSPeduli
youtube.com/c/CSPeduli
t.me/CSPeduli
twitter.com/CSPeduli

📜 Layanan CS :
cintasedekah.org/kalkulator-zakat
bit.ly/jadwalkajianapp
cintasedekah.org/aplikasi-cinta-sehat
🌏 https://cintasedekah.org/donasi