▪️ Jum’at, 04 Ramadhan 1442 H | 16 April 2021 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayaty hafizhahullah
📗 Tematik | Pembahasan Buku Fiqih Ramadhan – Meniti Hari Di Bulan Suci
🔊 Sesi Ke-26 | Bab 25 – Zakat Fitri bagian ke 2



6). Sho’ dalam ukuran modern

Satu Sho’ setara dengan empat Mud. Dan satu Mud setara dengan apa yang ada di tangan seorang lelaki dengan postur tubuh sedang. Para ulama’ berbeda pendapat di dalam menetapkan ukuran Sho’ ini jika diukur dengan ukuran modern.

Perbedaan taksiran tersebut berkisar antara 2,4 kilo sampai 3,5 kilo. Adapun yang difatwakan oleh para ulama yang terkumpul dalam Hai’ah Kibar Ulama’ adalah 2,6 kilogram sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’ :

وقد بحثت هيئة كبار العلماء في المملكة العربية السعودية مقدار الصاع بالكيلو جرام وكان بحثها معتمداً على أن صاع رسول الله صلى الله عليه وسلم أربعة أمداد ، وأن المد ملء كفي الرجل المعتدل ، وكان منها تحقيق عن مقدار ملء كفي الرجل المعتدل ، وتوصل هذا التحقيق إلى أن مقدار ذلك قرابة 650 جراما للمد ، فيكون مقدار الصاع 2600 جرام .

“Dan Hai’ah Kibar Ulama’/persatuan para ulama’ besar di kerajaan Saudi Arabia telah meneliti ukuran Sho’ dengan Kilogram. Dan penelitiannya bersandar kepada aturan bahwa Sho’ nya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam itu setara dengan empat Mud.
Dan bahwa satu Mud itu setara dengan volume yang ada di telapak tangan seorang lelaki dengan postur sedang. Dan penelitian itu tentang ukuran yang setara dengan volume yang ada di telapak tangan lelaki dengan postur sedang. Hasil akhir dari penelitian ini ialah satu Mud setara dengan kira-kira 650 gr. Maka satu sho’ setara dengan 2600 gr”. [ (Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah : 59/178).]

7). Yang berhak menerima zakat fitri

Zakat Fitri ini tidak dibagikan melainkan kepada orang yang berhak dari kalangan orang-orang miskin. Para ulama berselisih pendapat akan golongan orang yang berhak menerima zakat fitri, sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwa zakat fitri ini dibagikan kepada delapan golongan sebagaimana zakat mal pada umumnya. Namun pendapat ini tidak dibangun di atas dalil yang kuat.

Justru riwayat shahih yang telah lalu menyatakan bahwa zakat fitri diberikan khusus kepada orang-orang miskin :

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitri sebagai bentuk penyucian terhadap pelaku puasa dari kesia-siaan dan kekejian, dan sebagai bentuk memberi makan kepada orang-orang miskin”. [ (HR Abu Daud : 1609, Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak : 1488 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 3570, Shahih Sunan Abi Dawud : 1420).).]

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan ketika menguatkan pendapat ini beliau betutur :

وَكَانَ مِنْ هَدْيِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخْصِيصُ الْمَسَاكِينِ بِهَذِهِ الصَّدَقَةِ ، وَلَمْ يَكُنْ يَقْسِمُهَا عَلَى الْأَصْنَافِ الثَّمَانِيَةِ قَبْضَةً قَبْضَةً ، وَلَا أَمَرَ بِذَلِكَ ، وَلَا فَعَلَهُ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ ، وَلَا مَنْ بَعْدَهُمْ ، بَلْ أَحَدُ الْقَوْلَيْنِ عِنْدَنَا : إِنَّهُ لَا يَجُوزُ إِخْرَاجُهَا إِلَّا عَلَى الْمَسَاكِينِ خَاصَّةً ، وَهَذَا الْقَوْلُ أَرْجَحُ مِنَ الْقَوْلِ بِوُجُوبِ قِسْمَتِهَا عَلَى الْأَصْنَافِ الثَّمَانِيَةِ .

“Dan petunjuk Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengkhususkan orang-orang miskin untuk menerima sedekah ini (zakat fitri). Beliau tidak membagikannya kepada delapan golongan penerima zakat jatah per jatah. Tidak pula beliau memerintahkan untuk melakukan hal tersebut.
Dan para sahabatpun tidak ada yang melakukannya, tidak pula generasi setelahnya. Bahkan salah satu pendapat di sisi kami bahwasanya tidak boleh zakat fitri dikeluarkan melainkan kepada orang-orang miskin secara khusus. Dan pendapat inilah yang paling rajih/paling kuat jika dibandingkan dengan pendapat yang menyatakan harus dibagikan kepada delapan golongan penerima zakat”. [ (Zadul Ma’ad : 2/21).]

8). Waktu pembayaran Zakat Fitri

Ia dibayarkan sebelum manusia keluar menuju shalat ‘Id atau boleh dimajukan sehari atau dua hari sebelumnya :

زَكَاةُ الْفِطْرِ طُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، وَطُعْمَةٌ لِلْمَسَاكِينِ ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

“Zakat fitri itu sebagai bentuk penyucian bagi pelaku puasa dan sebagai bentuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat maka ia adalah zakat fitri yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat maka ia hanya sedekah sebagaimana sedekah-sedekah biasa yang ada”. [ (HR Abu Dawud : 1609, Ibnu Majah : 1827, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud : 1427). ]

Dari sini sebagian para ulama membagi waktu dikeluarkannya zakat fitri ini menjadi dua :

a). Waktu yang diperbolehkan

Yaitu sehari atau dua hari sebelum hari raya, berdasarkan riwayat sebagai berikut :

عَنِ ابنِ عُمَرَ – رضي الله عنهما -: «أنَّهُمْ كَانُوا يُعطُونَ قَبلَ الفِطرِ بِيَومٍ أوْ يَومَينِ

“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma ; bahwasanya para sahabat itu mereka mengeluarkan zakat sebelum hari raya sehari atau dua har sebelumnyai”. [ (HR Bukhari : 1511). ]

b). Waktu yang dianjurkan

Yaitu pada waktu pagi setelah shalat subuh sebelum keluar menuju shalat ‘id, ini berdasarkan riwayat sebagai berikut :

عَنِ ابنِ عُمَرَ – رضي الله عنهما -: «أنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أمَرَ بِزَكَاةِ الفِطْرِ أنْ تُؤَدَّى قَبلَ خُرُوجِ النَّاسِ إلَى الصَّلَاةِ

“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat fitri sebelum manusia keluar menuju shalat ‘Id.” [ (HR Bukhari : 1503, Muslim : 984).]

9). Batasan minimal harta orang yang wajib berzakat fitri

Apabila seseorang, setelah dikurangi zakat fitri untuk diri dan keluarganya, ia masih memiliki sisa makanan yang cukup untuk diri dan keluarganya di hari itu, maka ia sudah wajib mengeluarkan zakat fitri. Imam Shiddiq Hasan Khan berkata :

فَإِذَا مَلَكَ زِيَادَةً عَلَى قُوتِ يَوْمِهِ أَخْرَجَ الفِطْرَةَ إِن بَلَغَ الزَّائِدُ قَدْرَهَا

“Apabila seseorang memiliki kelebihan atas jatah makan hariannya, maka ia harus mengeluarkan zakat fitri jika kelebihan ini sudah mencapai ukuran zakat fitri yang harus ditunaikan”. [(Ar-Radhatun Nadiyah : 1/519).]

Wallahu a’lam

____

Salurkan Donasi Terbaik Anda ke:

| Bank Syariah Mandiri (BSM)
| Kode Bank: 451
| No. Rekening: 7814 5000 84
| Atas Nama: Cinta Sedekah (PROGRAM DAI)

📱 Official Sosial Media Yayasan Cinta Sedekah
fb.com/CSPeduli
instagram.com/CSPeduli
youtube.com/c/CSPeduli
t.me/CSPeduli
twitter.com/CSPeduli

📜 Layanan CS :
cintasedekah.org/kalkulator-zakat
bit.ly/jadwalkajianapp
cintasedekah.org/aplikasi-cinta-sehat
🌏 https://cintasedekah.org/donasi