Ahad, 01 Ramadhan 1443 H | 03 April 2022 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayaty hafizhahullah
📗 Tematik | Pembahasan Buku Fiqih Ramadhan – Meniti Hari Di Bulan Yang Diberkahi
🔊 Sesi Ke-10 | Bab 9 – Syarat sahnya puasa



Syarat sahnya puasa.

• Niat

Apabila telah jelas status suatu hari bahwa ia adalah awal Ramadhan baik dengan ru’yatul hilal, atau dengan persaksian atau dengan menggenapkan jumlah hari bulan sya’ban, maka seorang muslim wajib memulai niatnya pada malam hari pertama di bulan ramadhan sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَلا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa tidak melakukan niat sejak dari malam, maka tidak ada puasa baginya.”
[(HR. Tirmidzi : 730, Nasa’i : 2334, dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi : 583).]

Niat ini letaknya di hati, tidak perlu diucapkan dengan lisan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

ومن خطر بقلبه أنه صائم غداً فقد نوى

“Barangsiapa terbetik di dalam hatinya keinginan untuk berpuasa di esok hari, maka ia telah berniat.”
[(Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyyah : 1/191).]

Syaikh DR. Musthafa Al-Khin berkata :

وهي قصد الصيام، ومحلها القلب، ولا تكفي باللسان، ولا يشترط التلفظ بها، ودليل وجوب النية قوله – صلى الله عليه وسلم – ” إنما الأعمال بالنيات “

“Dan niat itu maknanya bermaksud untuk melaksanakan puasa, niat letaknya di hati, tidak cukup diucapkan lisan dan tidak disyaratkan untuk diucapkan. Dalil kewajibannya ialah sabda nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.”
[(HR. Bukhari : 1, Muslim : 1907). (Lihat Al-Fiqhul Manhaji ‘Ala Madzhab Imam Asy-Syafi’i : 2/282).]

Kumpulan ulama’ besar di kerajaan Saudi Arabia yang tergabung dalam Lajnah Da’imah berfatwa :

تكون النية بالعزم على الصيام ، ولا بد من تبييت نية صيام رمضان ليلاً كل ليلة

“Niat puasa itu dengan berazam kuat untuk melakukan puasa dan niat puasa ramadhan harus di lakukan pada malam di setiap harinya.”
[ Fatawa Lajnah Da’imah : 10/246).]

Hukum ini (keharusan niat di malam hari) berkaitan dengan puasa wajib atau puasa Ramadhan. Adapun puasa sunnah maka tidak disyaratkan niat di malam hari sebelum subuh. Maknanya jika seseorang pada suatu hari tidak memiliki niat puasa sama sekali, dan ia sejak subuh hingga siang belum makan, belum minum, belum melakukan pembatal puasa. Kemudian ia berniat puasa di siang hari maka sah puasanya. Dan hukum ini khusus berlaku untuk puasa sunnah, dalinya riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha berikut ini :

دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَقَالَ : هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ ، فَقُلْنَا : لَا ، قَالَ : فَإِنِّي إِذَنْ صَائِمٌ ، ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ ، فَقُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ ، فَقَالَ : أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ، فَأَكَلَ

“Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku pada suatu hari, beliau bertanya ; ‘Apakah engkau memiliki makanan?’ Kami mengatakan; ‘Tidak’.

Beliau lantas bersabda ; ‘Jika demikian aku akan berpuasa saja’. Kemudian beliau mendatangi kami pada hari yang lain, kamipun mengatakan ; ‘Wahai rasulullah kami diberi hadiah berupa Hais (roti campuran dari kurma, gandum, susu, keju, minyak samin)’. Beliau berkata ; ‘Berikan kepadaku sejak tadi pagi aku puasa’, lantas beliau makan.”
[(HR. Muslim : 1958).]

Namun ada hal yang perlu diperhatikan dalam masalah memulai niat puasa di siang hari ini. Sebagian ulama mengatakan bebas memulai niat kapan saja selama belum melakukan pembatal puasa di hari tersebut.

Sebagian ulama yang lain mensyaratkan mulai niat puasa ini hendaknya dilakukan maximal beberapa saat sebelum waktu zawal/tergelincirnya matahari/beberapa saat sebelum dzuhur. Pendapat yang kedua inilah yang benar, wallahu a’lam.

• Tamyiz/Mumayyiz

Tidak sah puasa anak-anak yang belum mumayyiz/belum bisa membedakan mana aurat mana bukan. Imam Mahmud bin Abdillah Al-Husaini Al-Alusi berkata menuturkan penjelasan tentang kriteria anak yang belum mumayyiz :

الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلى عَوْراتِ النِّساءِ أي الأطفال الذين لم يعرفوا ما العورة ولم يميزوا بينها وبين غيرها

“Yaitu anak yang belumtampak pada mereka aurat wanita. Maknanya ialah anak-anak yang belum mengetahui apa itu aurat dan belum mampu membedakan mana aurat mana bukan”.
[(Tafsir Ruhul Ma’ani : 9/339).]

• Waktu Puasa

Tidak sah puasa yang dilakukan pada hari-hari yang terlarang seperti orang berpuasa pada hari raya Idul Fitri misalnya berdasarkan riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.”
[(HR. Muslim : 1138).]

Unduh Poster

____

Salurkan Donasi Terbaik Anda ke:

| Bank Syariah Indonesia (BSI)
| Kode Bank: 451
| No. Rekening: 7814 5000 84
| Atas Nama: Cinta Sedekah (Program Da’i)

📱 Official Medsos & Layanan YCS
🛋 https://lynk.id/cspeduli/